News

Jumat, 29 Juli 2022 12:52 WIB

53 WNI Disekap di Kamboja, Kemenlu Upayakan Pembebasan

IN Today Media

Ilustrasi WNI (Foto: Istimewa).

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan 53 warga negara indonesia atau WNI dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi bodong dan disekap di Sihanoukville, Kamboja. Pada saat ini, pemerintah sedang mengupayakan untuk membawa kembali 53 WNI yang telah ditipu dengan meminta bantuan kepolisian Kamboja. 


"KBRI telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan sambil terus menjalin komunikasi dengan para WNI. Saat ini, Kepolisian Kamboja sedang melakukan langkah-langkah penanganan," ungkap Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI.


Kasus ini mulai diketahui ketika ada aduan dari seorang pengguna sosial media dengan akun @angelinahui97 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah. Ia meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar dapat membebaskan 53 WNI yang disekap di Kamboja. 

Baca juga: Alice in Borderland Tayang 10 Desember


Ganjar dengan sigap langsung memerintahkan Disnakertrans Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti laporan tersebut. 


"Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 53 WNI yang bekerja di negara Kamboja yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan diduga terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ungkap Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari.

Baca juga: 'E-voting' Belum Dapat Dilakukan Pada Pilkada 2020


Menurutnya, para WNI di Kamboja yang sedang disekap dijanjikan untuk menjadi operator, petugas call center, dan bagian keuangan. Namun ketika sudah di lokasi, penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan. Untuk menekan jumlah kasus seperti ini,  Kemlu telah memfasilitasi penyidik Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan di Kamboja. 


"Dari para WNI yang telah dibebaskan, KBRI juga memperoleh informasi mengenai para perekrut yang sebagian besar masih berasal dari Indonesia," ungkap Judha.


Pada 2021, KBRI Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu. Namun tahun ini, kasus serupa justru semakin meningkat. Hingga Juli 2022, tercatat 291 WNI menjadi korban, dengan 133 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan.


"Berbagai langkah sosialisasi juga ditingkatkan agar masyarakat waspada terhadap modus-modus penipuan lowongan kerja di Kamboja," ungkap Judha lagi. (MEL/FIN)

Simak Video 'Ganjar Pranowo Tanggapi Curhat Soal Sepedaan Sampai Pendekatan Ke Gebetan':

Komentar

...
News
Senator Australia Hina Bali, Sandiaga Uno: Jangan Hina Bali!
Belum lama ini beredar video singkat Senator Australia, Pauline Hanson, menghina Bali dalam pidatonya dengan menyebutkan kotoran ternak berserakan di tanah dan orang...

08/08/2022, 12:12 WIB

...
Entertainment
Konser Anniversary Ke-10, Member Dari Semua Generasi JKT48 Hadir
Grup idola Indonesia JKT48 menggelar konser anniversary ke-10 mereka yang bertajuk 'Concert Heaven' di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Konser perayaan...

08/08/2022, 12:01 WIB

...
News
Bharada E Siap Ungkap Pelaku Utama Jika Menjadi Justice Collaborator Kasus Kematian Brigadir J?
Tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E akan melayangkan permohonan justice collaborator ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Senin, 8 Agustus 2...

08/08/2022, 11:30 WIB

...
Entertainment
Ayah Eunhyuk Meninggal Dunia, Konser Super Junior Ditunda
IN People, Super Junior resmi menunda konser bertajuk Super Show: Road yang seharusnya digelar di Manila, Filipina pada Sabtu 6 Agustus lalu. Keputusan itu diambil s...

08/08/2022, 04:34 WIB

...
Lifestyle
Semangat Ibu-Ibu Warnai Kemeriahan Lomba Tujuhbelasan di Frankfurt Jerman
IN People, mengawali kemeriahan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tahun sejumlah lomba digelar di Frankfurt Jerman. Diselenggarakan KJRI Frankfurt...

08/08/2022, 04:33 WIB